in ,

Lailatul Qomariah, Anak Tukang Becak Jadi Doktor Muda, Dan peneliti Di Jepang

Mendapatkan gelar doktor menjadi dambaan sebagian besar orang. Namun jika membahas mengenai gelar akademik lulusan program pendidikan doktor atau srata-3 (S3), maka kebanyakan orang akan berpikir bahwa yang mendapatkan gelar tersebut sudah tua.

Selain itu, stigma yang beredar di masyarakat mengenai biaya pendidikan masih menjadi salah satu batu penganjal.

Tapi hal itu ditepis oleh Lailatul Qomariah , anak tukang becak asal Madura yang telah membalikkan keadaan keluarga. Dilansir brilio.net dari merdeka.com, pada Senin (8/6), Lailatul Qomariah berhasil melakukan penelitian di Jepang dan memperoleh IPK 4.00 dalam gelar doktornya di ITS Surabaya.

Meski berasal dari ekonomi rendah, tak pernah memupus semangat cita-citanya menjadi dosen. Dara yang kini berusia 28 tahun, berasal dari Dusun Jinangka, Desa Teja Timur, Pamekasan, Madura.

Laila merupakan anak pertama dari pasangan Saningrat dan Rusmiati. Bukan hal mudah diakui oleh Laila saat dirinya masih duduk di bangku sekolah. Apalagi menjadi siswa di SMA favorit di kotanya, SMAN 1 Pamekasan.

Ejekan dan cibiran menjadi konsumsi sehari-hari Laila sejak kecil. Ayahnya yang berprofesi tukang becak dan dari keluarga miskin, menjadi bahan ejekan yang kerap dilontarkan. Saat merasa pesimis, dia berusaha bankit lagi. Laila merasa harus membuktikan, meski oang tuanya miskin bukan berarti dia harus lemah.

Pernah merasa iri dengan teman-teman yang bisa memiliki motor dan fasilitas pendidikan yang mumpuni, dia berusaha menguatkan diri, bahwa perbedaan bukan berarti penghalang cita-cita.

Denny Siregar: Seandainya Gua Masuk Penjara Paling Cuma 4 Tahun

UU KPK Hasil Revisi Tetap Berlaku Tanpa Tanda Tangan Jokowi, tetapi