in

Latar belakang pendidikan UAS, lulusan terbaik Al-Azhar Mesir

Nama Ustaz Abdul Somad kembali mencuat setelah video ceramahnya tentang ‘Patung Salib Yesus dan Jin Kafir’ viral di media sosial pada Sabtu, 17 Agustus 2019.Pria bernama lengkap Abdul Somad Batubara ini dikenal karena ilmu dan kelugasannya dalam memberikan penjelasan serta menyampaikan dakwah, salah satunya yang disiarkan melalui saluran YouTube.

UAS, sapaan populernya, sering mengulas berbagai macam persoalan agama, khususnya ilmu hadis dan fikih. Segudang ilmu yang dimilikinya didapatkan dari latar belakang pendidikannya yang mentereng.

Nah, bagaimana latar belakang pendidikan dari pendakwah kelahiran 18 Mei 1977 ini?

Saat sekolah dasar, UAS menuntut ilmu di sekolah yang berbasis pada tahfiz Alquran, yakni SD Al-Washliyah, Medan dan lulus pada 1990. Ia kemudian melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah Mu’allimin Al-Washliyah, Medan.

Tamat dari Tsanawiyah pada 1993, UAS kemudian selama satu tahun melanjutkan pendidikannya di Pesantren Darularafah, Deli Serdang, Sumatera Utara. Setelah itu,

ia melangkah ke Madrasah Aliyah Nurul Falah, Air Molek, Indragiri Hulu, Riau pada 1994 dan lulus pada 1996.Selepas sekolah menengah atas, ia melanjutkan kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim, Riau.

Pada 1998, Somad muda terpilih sebagai salah satu dari 100 orang yang menerima beasiswa untuk belajar di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.Pria berusia 42 tahun ini kemudian memilih untuk melanjutkan kuliah di Universitas Al-Azhar dan meraih gelar Lc dalam kurun waktu 3 tahun 10 bulan pada 2002.

Penceramah yang memiliki 931 ribu pengikut di Instagram @ustadzabdulsomad_official ini kemudian melanjutkan pendidikan S2-nya di Universiti Kebangsaan Malaysia. Akan tetapi, ia hanya menyelesaikan kuliahnya selama dua semester.

Beasiswa pendidikan kembali didapatnya untuk melanjutkan kuliah S2. Ia kemudian melanjutkan studi di Institut Darul-Hadits Al-Hassaniyah, Rabat, Maroko. Program S2 diselesaikannya dalam waktu satu tahun 11 bulan dan mendapatkan gelar D.E.S.A. (Diplôme d’Etudes Supérieurs Approfondies) yang berarti Diploma Studi Lanjutan pada akhir 2006.Selepas lulus dari Maroko, pria kelahiran Silo Lama, Asahan,

Sumatera Utara ini tercatat aktif mengabdi di beberapa lembaga, seperti di Pusat Bahasa UIN Sultan Syarif Kasim, Riau . Ia juga dosen tafsir serta hadis di kelas internasional Fakultas Ushuluddin UIN Sultan Syarif Kasim, Riau.

Halaman: 1 2

Batal Hadiri Debat, Rizal Ramli Sebut Tantangan Luhut “Ngawur”

Diet Lacto-Vegetarian: Manfaat, Efek Samping, dan Aturan Makannya