in ,

PKS : Jangan Coba-Coba Menghilangkan Pendidikan Agama!

Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Fahmy Alaydroes, menanggapi berita yang beredar terkait wacana penggabungan mata pelajaran pendidikan Agama, Kepercayaan dan PKN oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud, Jangan Coba-coba Menghilangkan Pendidikan Agama !

Menurut Anggota Komisi X DPR ini, seharusnya Pemerintah berpegang pada Pembukaan UUD 1945 pada alinea keempat, yang menegaskan: ‘Pemerintah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa’.

“Dalam batang tubuhnya, Pasal 31 ayat 3 jelas menegaskan dan menugaskan Pemerintah untuk: …. Mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa…”, terang Fahmy.

Pendidikan bermutu, lanjut Fahmy, akan menemukan wujudnya yang nyata manakala hakikat dan tujuan pendidikan yang sebenarnya dapat tercapai dengan baij.

“Sebagaimana telah diamanahkan dalam UU No 20/ 2003 Pasal 3: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab,” paparnya.

Sungguh, kata Fahmy, rumusan tujuan pendidikan nasional yang termaktub pada Konstitusi dan UU Sisdiknas tersebut sangat luhur dan memuat nilai-nilai keadaban yang tinggi. Disusun dan dirumuskan oleh para pendiri bangsa, cendekiawan, politisi yang berwawasan kebangsaan dan kenegaraan yang relijius, dan didukung sepenuhnya oleh segenap rakyat yang berdaulat.

“Pendidikan Agama menjadi fondasi dan sekaligus tiang untuk mewujudkan karakter peserta didik yang beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegas Fahmy.

Fahmy menambahkan Agama adalah system nilai yang kita yakini kebenaran dan kebaikannya karena datang dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Agung, Maha Kuasa, Maha Mencipta, Maha Mengetahui, dan Sumber dari segala nilai-nilai mulia, nilai-nilai luhur, nilai-nilai agung.

“Dalam agama, manusia diajarkan, diperintahkan, dan diarahkan untuk berfikir, bersikap dan berperilaku untuk kepentingan kemashlahatan kehidupan yang damai dan sejahtera. Sebaliknya, Agama melarang kita untuk berfikir, bersikap dan bertindak yang mengakibatkan keburukan dan kezaliman,” tandasnya.

Agama yang dibawa oleh para Nabi dan Rasul yang mulia sepanjang sejarah manusia, lanjutnya, telah mempertegas dan memperjelas bahwa yang menentang agama, menentang wahyu dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, niscaya akan hancur binasa.

“Kiwari, ada berita yang masih simpang siur kejelasannya, bahwa Kemendikbud sedaang mewacanakan bahwa Pendidikan Agama di sekolah akan digabungkan (baca: dihilangkan !) dengan mata pelajaran Pancasila, dengan alasan menyederhanakan,” pungkasnya.

“Wacana, atau jangan-jangan sudah ada rencana, yang ngawur dan absurd!. Sudah pasti wacana ini akan mengusik umat beragama, terutama umat Islam. Tidak ada kompromi dalam hal eksistensi, peran dan posisi agama dalam kehidupan bernegara dan berbangsa. Dijamin dan dilindungi, bahkan diperintah oleh Pancasila dan UUD ’45. Termasuk dalam kurikulum pendidikan nasional,” imbuhnya.

Halaman: 1 2

7 Tips belajar bahasa japan Otodidak Dengan mudah dan cepat

Aceh akan Berangkatkan Haji? Begini Tanggapan DPR RI