in ,

Rohingya: 94 pengungsi yang terombang-ambing di laut dibawa ke daratan Aceh dan di tolong warga aceh ‘atas dasar kemanusiaan’

Sebanyak 94 pengungsi etnis Rohingya yang terdampar di perairan Aceh Utara telah dibawa ke bekas kantor imigrasi di Punteut, Kota Lhokseumawe, pada Kamis (25/06) sore. Bekas kantor imigrasi itu pernah dipakai pada 2015 lalu untuk penampungan sementara pengungsi Rohingya.

Sebelumnya, para pengungsi Rohingya itu dibawa seusai magrib dari Desa Lancok, sekitar 15 kilometer dari Kota Lhokseumawe.

Mereka dibawa ke daratan oleh para nelayan setelah mendapat desakan dari para penduduk sekitar.

“Mungkin karena latar belakang mereka yang terdampar beragama Islam, mungkin secara psikologis merasa persaudaraan, juga ada rasa kemanusiaan. Sehingga mereka minta para pengungsi diturunkan ke desa,” tutur Panglima Laot Aceh Utara, Hamdani Yacob, kepada Saiful Juned, wartawan di lokasi yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

Padahal, menurut Hamdani, sudah memberi pemahaman kepada masyarakat kenapa para pengungsi tidak diturunkan. “Ini terkait situasi Covid. Kita harus mengikuti prokol kesehatan yang sedang dijalankan pemerintah,” ujarnya.

Sebanyak 94 pengungsi Rohingya tersebut kini dilaporkan sedang menjalani rapid test virus corona

Sebelumnya, kapal motor yang membawa 94 orang etnis Rohingya itu terlihat di perairan pantai Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, sekitar pukul 12.00 WIB, Rabu (24/06), kata kepolisian setempat.

Keberadaan kapal yang membawa orang-orang Rohingya itu diketahui oleh tiga nelayan asal Kecamatan Senuddon, Kabupaten Aceh Utara, yang kapal motornya kebetulan sedang melintas di sekitar lokasi.

Keterangan yang dihimpun kepolisian setempat mengungkapkan bahwa kapal yang ditumpangi warga Rohingya itu “nyaris tenggelam”.

“Selanjutnya anak buah kapal, Faisal dan dua rekannya membantu mengevakuasi warga negara asing,” kata pejabat kepolisian setempat, dalam keterangan tertulis yang diterima BBC Indonesia, Rabu (24/06).

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, menegaskan bahwa perlu dilakukan langkah-langkah preventif guna mencegah warga Rohingya melakukan perjalanan laut yang berbahaya.

Menurut kepolisian, 94 orang Rohingya itu dibawa oleh para nelayan menuju wilayah Kuala Tanah Jamno Aye, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara.

Wartawan di Aceh, Syaiful Juned, yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, mewawancarai panglima laut Seunuddon, Aceh Utara, M Hasan, yang terlibat dalam mengevakuasi 94 orang etnis Rohingya.

“(Yang menemukan) nelayan, lalu lapor pada saya,” kata M Hasan.  

Menurutnya, kapal motor yang ditumpangi orang-orang Rohingya itu nyaris tenggelam di dekat perairan Kabupaten Aceh Utara. Kemudian mereka dibantu oleh kapal nelayan KM 2017 nomor 811, ungkapnya. 

Halaman: 1 2 3

PDIP NGOTOT INGIN MELANJUTKAN PEMBAHASAN RUU HIP, SEBUT PRESIDEN TERLIBAT SEJAK PROLEGNAS

Natalius Pigai: BPIP Diisi Orang-orang Pelaku Makar Terhadap Pancasila