in

Viral:Pelamar Kerja Doakan HRD Kena Azab Kuburan Penuh Amplop Jika Tidak Menerima Lamaran

Sebuah foto amplop lamaran kerja bertuliskan ancaman untuk staf HRD viral di media sosial. Pada foto itu, seseorang yang diduga pelamar kerja menyampaikan kekesalannya yang sudah lelah membuat lamaran kerja namun tak kunjung ada yang mau menerima.

“Kepada Yth HRD. Sudah capek saya buat lamaran. Uang habis beli map fotocopy. Semoga kali ini saya bisa diterima. Kalau tidak saya doakan kena adzab!! Kuburan bapak/ibu HRD penuh dengan map coklat sama kertas fotocopyan!!” demikian tulisannya.

Foto tersebut salah satunya dibagikan akun Instagram Denny Siregar dan menuai komentar.

Namun, tidak terlihat jelas HRD perusahaan mana yang dilamar oleh pelamar tersebut.

“Judul sinetron indosiar-nya : Kuburan Dipenuhi Amplop Coklat, Azab HRD Jahat Mengabaikan Lamaran Pencari Kerja,” tulis akun @acar_ambon.

“HRD langsung resaign klw nerima surat itu,” tulis akun lain.

“Wkwkwk…amplop lamaran ndak perlu dibuka,langsung dibuang di tong sampah..” komentar yang lain.

“gimana mau diterima …?? blm apa apa udah ngeluh, doain gak bener lagi..?” tulis yang lain lagi.

1. Berikan diri waktu merenung
Menyibukkan diri dan melakukan berbagai kegiatan sambil menunggu merupakan hal baik untuk tetap termotivasi dan menjaga keterampilan tetap berkembang. Akan tetapi, ada saat-saat di mana hal ini terlalu membebani. Jadi, luangkan waktu untuk bersantai dan fokus pada diri sendiri.


Terkadang yang Anda butuhkan hanyalah waktu bagi diri sendiri untuk merenung dan berpikir tentang jalur karier yang sebenarnya Anda inginkan. Memiliki kesulitan untuk menemukan jalur karier untuk diambil? Inilah kesempatan yang tepat untuk menemukan apa yang menjadi ketertarikan Anda, jadi luangkan waktu untuk memikirkan rencana dan hal-hal yang perlu dilakukan. Hanya saja, jangan terlalu santai. Kembali bergerak melakukan hal-hal yang penting setelah menemukan apa yang harus dilakukan selanjutnya.

2. Tetap aktif
Pencarian kerja dapat melelahkan, berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain, job fair yang tak habis untuk dikunjungi, dan semua acara jejaring yang harus didatangi. Pencarian kerja seringkali terasa seperti sebuah pekerjaan tetap karena semua hal yang harus dilakukan. Hal buruk tentang pencarian pekerjaan, terutama untuk para pengangguran, juga dipenuhi dengan jangka waktu yang panjang, di mana Anda benar-benar tidak melakukan apapun. Ini adalah kondisi berbahaya dan sebaiknya Anda segera mengatasinya daripada menunda-nunda.

Sangat mudah untuk merasa bosan ketika pekerjaan tidak lebih dari bangun, makan, tidur, dan berulang-ulang terus menerus. Tidak masalah pada awalnya, terutama ketika sudah merasa terbebani akan sekolah dan bekerja untuk waktu yang lama dan perdiode ini merupakan jeda yang memang diperlukan. Akan tetapi, menjadi terlalu santai akan situasi juga tidak bermanfaat. Pada kenyataannya, tidak melakukan apapun dalam jangka waktu yang panjang hanya menjadikan Anda merasa lelah dan frustasi karena proses yang lambat.

Jadi, buatlah diri sibuk. Jaga pikiran dan tangan tetap aktif dengan melakukan hal-hal berguna, lakukan pekerjaan rumah, berolahraga, mengikuti kursus, atau bekerja sukarela untuk mendapatkan pengalaman sementara menunggu panggilan wawancara dari perusahaan impian. Menyelesaikan tugas-tugas ini, sekecil apapun kelihatannya, dapat membangun kepercayaan diri seseorang dan menghilangkan kekhawatiran akan datangnya panggilan wawancara.

4. Mencari dukungan
Kita cenderung merasa tersisihkan dari yang lain selama masa-masa sulit. Bagi para pengangguran, mereka mungkin merasa malu untuk bertemu keluarga dan teman yang mempunyai pekerjaan. Akan tetapi, bukan merupakan hal yang baik untuk menghadapi masalah ini sendiri. Pada kenyataannya, isolasi seringkali dapat membuat hal-hal menjadi semakin buruk.

Jika sedang berada dalam situasi ini, jalan terbaik adalah dengan menempatkan diri di sekeliling orang-orang yang mendukung dan menyayangi. Mereka akan sangat dibutuhkan di masa-masa di mana Anda tidak merasa baik-baik. Apakah Anda memiliki teman yamg juga sedang mencari pekerjaan? Saling mendukunglah satu sama lain sebanyak mungkin. Anda membutuhkan mereka saat ini, dan sebaliknya. Pergi dan lakukan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan dengan teman-teman untuk membuat tetap termotivasi.

Merasa sulit untuk melakukan hal-hal ini? Bukanlah hal yang memalukan untuk mencari bantuan profesional untuk membantu merasa lebih baik. Berbicaralah dengan seorang penasihat karier atau carilah bimbingan dari penasihat spiritual. Apapun yang Anda putuskan untuk lakukan, tidak perlu menghadapi semua ini sendiri.

Kemarahan Presiden Jokowi dan Ancaman Reshuflle Menteri Dianggap hanyalah Sebuah Pencitraan, Demokrat: Ini yang Menarik!

Tuduh Santri Calon Teroris, Pimpinan Ponpes Daarul Ilmi Tuntut Denny Siregar Dipenjarakan